step 1 : accomplished

Rasanya seneeeeeeeeng banget satu hal yang gue pengenin banget kesampean. Tepatnya gue pengen lulus ujian DELF B2. DELF B2 adalah ujian kompetensi kemahiran berbahasa Prancis (mirip TOEFL gtu tapi bahasa Prancis). Nah tingkat B2 ini adalah persyaratan mutlak kalau mau kuliah di Prancis.

Saya sudah mencoba ujian ini 3 kali. Yang pertama Juli 2013, yang kedua November 2013 dan yang ketiga November 2014. Di ujian yang pertama, persiapan saya sangat minim, cuma belajar dari buku persiapan DELF yang dipinjam dari teman yang pernah kursus preparation. Memang salah, saya mengambil tes ini 3 tahun dari lulus kuliah di mana bahasa Prancis saya sudah lupa semua. Saat itu saya tidak lulus, bahkan ada salah satu aspek yang tidak memenuhi syarat minimum kelulusan. Yang kedua lebih parah lagi, saya merasa lebih parah dari yang pertama. Bahkan penguji ujian speaking saya adalah dosen kuliah saya. Betapa malunya waktu saya tidak bisa berargumen dalam bahasa Prancis. DIE! Bahkan untuk melihat nilai ujian saya yang ini aja ga berani. Tau hasilnya pasti kacau beliau.

Tiba saatnya ujian yang ketiga. Saya sudah memikirkan cara bagaimana agar bisa maksimal di ujian kali ini dari jauh-jauh hari. Bahkan sempat terpikir ide yang paling gila, yaitu resign dari kerjaan terus kursus intensif. Hahaha. Untungnya sih saya belum segila itu untuk berani melakukan hal itu. Akhirnya, saya mengikuti kursus conversation di hari Sabtu dan kursus preparation B2 di hari minggu. 2-2nya memakan waktu 4 jam. Walaupun agak capek, tapi saya senang. Mungkin karena itu passion saya dan i love french that much. Selain les, gue melakukan berbagai usaha lain seperti mencoba mendengarkan radio prancis setiap hari dan menyetel tv5 di kamar. Hal ini memang sangat sulit, tapi tiap saya merasa malas, saya kembali memikirkan tujuan saya.

Satu hal yang sempat saya sesali adalah saya harus bolos les sampai 3 minggu karena pergi liburan ke jepang. Saya jadi ga belajar apa2 selama minggu2 itu. Tapi ya sudahlah. Toh liburannya menyenangkan.

Sampai pada hari ujian, saya merasa ujiannya sulit. Memang saya merasa lebih bisa dibanding ujian2 saya sebelumnya. Tapi tetap saja sulit. 50/50. Pasrah!

Tibalah di hari pengumumannya, saya hampir menangis terharu karena saya dinyatakan LULUS. Kalau bukan di kantor pasti gue udah banjir air mata tuh. Gila ya rasanyaaaa luar biasa banget. Udah lama ga ngerasain gini. Mungkin terakhir pas gue dinyatakan lulus S1. Hahhahahaha. Ternyata doa gue dikabulkan. Doa yang sama yang gue panjatkan saat lulus S1 Sastra Prancis. Dan you know what, gue dapet nilai minimal kelulusan. 50. Kalo gue dapetnya 49.5 ajaa, gue udah ga lulus. I am so lucky and BLESSED! Dan hal yang paling gue takutin (speaking) malah jadi komponen nilai tertinggi gue. Sementara yang paling gue harapin (reading) malah jelek. Bener2 unpredictable.

Ga sia2 selama ini gue belajar, berusaha dan berdoa. Sekarang saatnya berjuang untuk step 2: Letter of Acceptation (LoA). Wish me luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s