Takut.

Gue bukan orang yang penakut dalam dunia akademis. Gw ga takut ujian. Gue ga takut ga lulus. Dan gue (hampir) selalu percaya gue bisa.

Tapi setelah gagal ujian delf (semacam toefl buat bahasa prancis) selama 2 kali, nyali gue mulai ciut. Gue takut gagal untuk ketiga kalinya. Gue pun mengikuti les conversation di hari sabtu dan les preparation delf b2 di hari minggu. Orang orang wiken santai santai gue malah ngeles. Capek sih, senen sampe jumat udah kerja, sabtu smp minggu ngeles. Tapi apa boleh buat. Semua gue lakukan demi lulus b2.

B2 adalah salah satu persyaratan untuk melanjutkan kuliah di prancis. Kalo ga lulus b2, kecil kemungkinan bisa sekolah di univ negeri di sana. Di mana itu adalah mimpi gue. Dan gue harus memperjuangkan mimpi gue.

Selama setiap hari gue mencoba mendengarkan teks bahasa prancis setidaknya 30 menit. Default tv diubah ke tv5, tv berbahasa prancis. Yang sempet dikomplain sm temen sekamar. Bahkan kadang pun terasa muak mendengarnya.

Belum pernah rasanya seniat ini melakukan ujian delf. Biasanya cuma baca baca buku plus latihan. Yang ternyata tidak cukup untuk mencapai standar kelulusan, 50%.

Meski begitu, ketakutan dan ketidakpercayaan diri malah terasa semakin besar di benak gue. Gue sadar gue belum bisa mengeluarkan ide dalam bahasa prancis dengan lancar. Gue sadar gue belum bisa merangkai kalimat menjadi sebuah paragraf kompleks, standar b2. Gue sadar masih banyak yg lebih pintar dari gue di kelas. Gue sadar kosakata gue masih terlalu sederhana, gue belum bisa berargumen di ranah politik sosial dan sebagainya yang diperlukan. Gue sadar gue belum bisa menangkap kalimat di radio/teks bahasa prancis. Gue sadar gue masih jauh sekali dari standar kelulusan b2.

Sempat menyesal kenapa ga pernah ambil delf waktu masih kuliah dulu, masih fresh sm bhs prancis. Sekarang stlh 4 tahun berlalu dr saat melempar toga di balairung, pengetahuan bahasa prancis gue menguap begitu saja. Mungkin para dosen yang pernah mengajar gue akan malu melihat murid didiknya seperti ini sekarang.

Di tengah segala ketakutan dan tekanan ini gue cuma bisa memotivasi diri gue, untuk terus bergerak maju dan tidak berhenti di sini. Pasti ada jalan. Wish me luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s