balada seorang pencari kerja (part 2)

hellooo!

haha. postingan pertama di tahun yang baru ni. fiuhh!~
keadaan gue, masih sama kok kaya postingan yang terakhir. berkutat dengan lika-liku pencarian kerja! tapi tentu saja ada beda-nya.

beda-nya adalah.. gue sempat merasakan kerja! full-time! jadi gini, di bulan november silam gue sempet kerja di starbucks selama tiga minggu, menjadi baburista!

yea. jadi waktu itu gue sempat dihadapkan sebuah dilema antara bekerja di starbucks atau perusahaan satunya. dua-duanya gue diterima, lokasi sama, gaji ga beda jauh, pekerjaan.. KELIHATANNYA lebih menyenangkan starbucks. jadi sang kata hati bilang, ‘udah starbucks aja!’. meskipun orang-orang di sekitar gue lebih pengen gue di perusahaan satunya, tapi saya yang cenderung keras kepala dan mendengarkan suara hati sudah menetapkan satu tekad satu tujuan.. sebuah perusahaan food & beverage international yang berlogo putri duyung.. STARBUCKS!

dari hari pertama aja udah berasa kalo ni kerjaan cape banget. capenya gila-gilaan.. berdiri 8 jam sehari. buat kopi, nyuci piring, nyapu, ngepel, bersih-bersih teruus. well, hari ke hari dijalani berharap menjadi terbiasa, tapi tidak! gue semakin merasa tempat gue bukan di sana, tempat gue bukan di sana. dan akhirnya pergilah gue setelah mendapat gaji pertama. yak, gue pergi karena gue merasa ga betah, capenya gila-gilaan, dan gue berpikir kalo ngapain gue capek-capek jadi sarjana kalo kerjanya begini doang? hmm, agak mendiskreditkan sebuah pekerjaan ya, tapi emang itu yang saya pikir. belum lagi tempat yang jauh-nya amit-amit dan setelah diitung2 ongkos ke sana ga beda jauh sama gaji seorang pelayan.. eh barista! yah begitulah akhirnya pekerjaan gue berakhir. pekerjaan yang diawali dengan mimpi membuncah akan sebuah hasrat dan kesenangan, berakhir. nothing as it seems!

sekarang, gue, masih tetap di posisi yang sama dengan terakhir kali gue menulis blog.. jobless. well, i couldn’t say that i am jobless because i am also a french private teacher. tapi gue ga ada full-time job. hmm..bedanya dulu dan sekarang adalah, gue jadi lebih belajar untuk tidak asal memilih perusahaan yang gue maui. mempertimbangkan banyak hal dari segi passion, jam kerja dan jarak.

hmm.. gue si pribadi masih pengen kerja di bidang media. pengen banget jadi jurnalis. tapi entahlah.. we’ll see!

Advertisements

2 thoughts on “balada seorang pencari kerja (part 2)

  1. Postingan lo dewasa banget sih cun… ga kaya gw, emosional. hehe.

    I think, lo ga mendiskreditkan pekerjaan kok… emang tempat lo bukan di situ… that’s simple 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s